Seputar Makalah dan Kisi kisi

Thursday, February 11, 2016

Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Pemecahan Konflik Lengkap

Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Pemecahan Konflik Lengkap | Oke, pada kesempatan kali ini saya akan menulis sebuah artikel yang berisikan Contoh Teks Negosiasi Pemecahan Konflik yang baik dan benar. Kami telah menuliskan beberapa contoh teks negoisasi yang dapat anda gunakan sebagai referensi Oleh Anda.

Nah, bagi Anda yang membutuhkannya, silahkan simak beberapa contohnya dibawah ini. 


Negosiasi pemecahan konflik Jual Beli Mobil


Pembeli : Selamat siang pak,


Penjual : Selamat siang, Silahkan Duduk. Dengan Sdr. Midun Bukan ..?


Pembel : Benar pak, Saya Yang menghubungi bapak pagi tadi .


Penjual : Baiklah, Langsung ke inti nya saja, apa benar sdr midun tertarik dengan mobil yang di iklankan di Koran Riau pos itu?

Pembeli : Betul pak, dari foto yang ditampilkan di Koran tersebut, saya tertarik ingin memlihat fisik asli mobil tersebut secara dekat, karena berdasarkan foto yang saya lihat, kelihatannya mobil bapak masih dalam keadaan bersih dan baru.

Penjual : Ohh itu betul sekali , mobil itu baru saya beli sekitar 2 tahun yang lalu, dan kondisinya sangat bagus sekali, saya menjualnya karena ingin mengganti mobil yang baru.


Pembeli : Memangnya mengapa bapak ingin mengganti mobil tersebut?
apakah mobil itu sudah mengalami kerusakan?


Penjual : oh tidak…tidak sama sekali, saya menganti mobil itu karena mobil itu terlalu kecil untuk saya sekeluarga , jadi saya ingin mengganti mobil yang lebih besar dari mobil tersebut.

pembeli : berapa kira kira pak?

penjual : 200 jt nego

pembeli : waduh mahal ya?

penjual : bisa nego mas..

pembeli : 180

penjual : 190jt pas mas..

pembeli : yasudah lah oke..

penjual : terimakasih mas..


NEGOSIASI ANTARA PENGUSAHA DAN PIHAK BANK


no.1-3     : orientasi
no.4-6     : pengajuan
no.7-12   : penawaran
no.13-16 : persetujuan
no.17-19 : penutup


1.pengusaha: selamat siang

2.pihak bank: selamat siang. adayg bisa sy bantu?

3.pengusaha: ya, saya ingin bertemu dg kepala bag.kredit

4.pihak bank: mari saya antar. (menuju ke r.kepala bag.kredit)

5.pengusaha: begini pak. saya akan mengembangkan usaha sy. jadi, sy akan mengajukan kredit

6.pihak bank: berapa jumlah uang yang anda butuhkan untuk mengembangkan usaha anda?

7.pengusaha: sy membutuhkan dana sebesar 400jt. bisakah sy mendapatkan pinjaman itu?

8.pihak bank: maaf, pak. jumlah pinjaman bapak terlalu besar. bagaimana jika pihak bank memberikan pinjaman kpd bapak sebesar 200jt

9.pengusaha: apa tidak bisa lebih dari itu pak ? sy kan sudah lama menjadi nasabah dibak ini.

10.pihak bank: baiklah untuk bapak sy berikan 230jt. bagaimana pak?

11.pengusaha: usahakan lebih. saya membutuhkan itu untuk mengembangkan usaha saya.

12.pihak bank: baiklah. bank hanya mampu memberikan pinjaman sebesar 250jt

13.pengusaha: baiklah. akan sy ambil. kapan uang itu dapat dicairkan. kalau bisa secepatnya

14.pihak bank: kalau bapak setuju uang itu bisa dicaikan secepatnya

15.pengusaha: ya, lalu bagaimana selanjutnya?

16.pihak bank: pihak bank akan memberikan pelayanan yg terbaik untuk bapak.

17.pengusaha: baiklah kalau begitu terima kasih atas kerjasamanya, saya permisi dahulu pak.

18.pihak bank: sama-sama pak. slamat siang

19.pengusaha: selamat siang.

(keluar dari ruang.kepala bag.kredit)

Teks Negosiasi untuk Memecahkan Konflik (antara Pembeli dan Penjual Sepatu)


Penjual : Ada yang bisa saya bantu pak?

Pembeli : Saya ingin membeli sepatu basket pak

Penjual : Ya mas! Warnanya pun beragam

Pembeli : Boleh saya melihatnya?

Penjual : Silahkan mas.

Pembeli : Sepertinya warna ini bagus! Boleh saya mencobanya.

Penjual : Boleh mas, tapi sepertinya ukuran itu gak cocok dengan mas!

Pembeli : Kaki saya kecil kok, jadi saya ingin mencobanya dulu

Penjual : oh, terserah mas saja

Pembeli : Sepertinya sepatu ini sudah lama ya mas?

Penjual : gak kok mas. Memang kenapa?

Pembeli : tapi kenyataanya sepatu ini sobek

Penjual` : Waduh, kan tadi saya sudh bilang, apakah mas cocok dengan ukuran itu?

Pembeli : Kaki saya belum kumasukka kok pak, sepatunya aja yang tidak tahan lama nih

Penjual : Hati-hati kalau bicara ya mas! Semua sepatu yang saya jual kualitasnya bagus dan tahan lama. Barangkali kaki mas yang kebesaran sehingga sepatunya robek


Pembeli : Tadi kan saya bilang, baru mau dicoba sepatunya sudah sobek dan kaki saya belum
masuk di sepatunya.

Penjual : Saya tidak mau tahu mas haru menggantinya karna itu merupakan kesalahan anda.

Pembeli : Kok saya. Kan ini baru saya mau coba. Belum saya pakai sepatunya langsung robek.
jadi bukan salah saya

Penjual : Begini saja, bagaimana kalau mas ambil saja itu sepatu tapi tetap bayar?

Pembeli : ok. Tapi saya gak bisa bayar mahal

Penjual : baiklah mas. ambil murah saja sepatu itu

Pembeli : Nih uangnya pak

Penjual : Ok mas.

 Contoh Teks Negosiasi Pemecahan Konflik

Petugas Pasar : Permisi, Bu.

Penjual : Iya, Pak. ada apa?

Petugas Pasar : Ma'af, Bu. sebaiknya ibu jangan berdagang di tempat ini, kasihan para pengendara ingin lewat, disamping itu jalan ini pun memang sudah terlalu sempit.

Penjual : Wah pak kenapa begitu? saya sudah berapa minggu jualan disini.

Petugas Pasar : Bukan begitu, Bu. Kita disini berusaha buat menjaga keamanan dan keselamatan para penjual dan pembeli.

Penjual : Gak ada alasan pak, saya harus tetap disini, kalo gak disini jualannya dagangan saya mana laku. saya mau makan apa?

Petugas Pasar : Bukannya saya ngelarang ibu buat jualan di Pasar ini, tapi ibu bisa pindah ke tempat lain, jangan di tepi jalan begini.

Penjual : Gak bisa pak, gimana mau pindah, toh pasar udah sempit gini.

Petugas Pasar : Yaudah, gini aja, ibu saya mohon pindah dari tempat ini, biar saya carikan tempat baru.

Penjual : Tapi kalau saya pindah, pelanggan saya pada susah nyari saya pak

Petugas Pasar : Pasti ketemu, ibu tolong beresin barang-barang ibu sekarang, saya sudah sediakan tempatnya

Penjual : (terdiam sejenak) Oke lah pak.

Petugas Pasar : terimakasih bu

Penjual : sama-sama pak.

Analisis :

Berdasarkan hasil analisis teks negosiasi tersebut sudah memenuhi struktur teks yang benar yaitu pembuka^isi^penutup

Walaupun begitu teks tersebut masih terdapat penulisan kata dan tanda baca yang belum benar, yaitu :
1. Sesudah tanda baca titik (. ) diakhir kalimat, terdapat beberapa huruf yang tidak kapital
2. Kata sapaan “ibu” menjadi “Ibu”
3. Kata sapaan “pak” menjadi “Pak”
4. Terdapat beberapa kata yang tidak baku
5. Kata “Pasar” menjadi “pasar”
6. Kurang tanda titik (. ) di akhir kalimat
7. Kata sapaan “bu” menjadi “Bu”

Berikut adalah teks negosiasi hasil perbaikan 

Teks Negosiasi Pemecahan Konflik Antara Dua Belah Pihak


Petugas Pasar : Permisi, Bu.

Penjual : Iya, Pak. Ada apa?

Petugas Pasar : Ma'af, Bu. Sebaiknya Ibu jangan berdagang di tempat ini, kasihan para pengendara yang ingin lewat, di samping itu jalan ini pun memang sudah terlalu sempit.

Penjual : Wah Pak, kenapa begitu? Saya sudah berapa minggu jualan disini.

Petugas Pasar : Bukan begitu, Bu. Kita disini berusaha untuk menjaga keamanan dan keselamatan para penjual dan pembeli.

Penjual : Gak ada alasan Pak, saya harus tetap disini, kalo gak disini jualannya dagangan saya mana laku. Saya mau makan apa?

Petugas Pasar : Bukannya saya melarang Ibubu untuk berjualan di pasar ini, tapi Ibu bisa pindah ke tempat lain, jangan di tepi jalan begini.

Penjual : Gak bisa Pak, gimana mau pindah, toh pasar udah sempit gini.
Petugas Pasar : Ya sudah, begini saja, Ibu saya mohon pindah dari tempat ini, nanti saya carikan tempat baru.

Penjual : Tapi kalau saya pindah, pelanggan saya pada susah nyari saya, Pak.
Petugas Pasar : Pasti ketemu, Ibu tolong bereskan barang-barang Ibu sekarang, saya sudah sediakan tempatnya.

Penjual : (terdiam sejenak) Oke lah, Pak.

Petugas Pasar : Terima kasih, Bu.

Penjual : Sama-sama, Pak.

Negoisasi Pemecahan Konflik

Para siswa heboh karena mendengar pengumuman bahwa uang iuran PHBN sebesar Rp 100.000,00 per siswa. Salah seorang siswa memberanikan diri untuk menghadap waka kesiswaan perihal siswa yang tidak setuju dengan nominal iuran PHBN tersebut
Wakil siswa : Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Waka kesiswaan : Wa’alaikumsalam Wr. Wb., silakan duduk.

Wakil siswa : Terimakasih pak.

Waka kesiswaan : Ada apa ini? Sepertinya ada hal yang penting?

Wakil siswa : Iya, pak. Ini mengenai iuran PHBN.

Waka kesiswaan : Ada apa dengan iuran PHBN?

Wakil siswa : Kami merasa keberatan pak dengan iuran sebesar Rp 100.000,00. Kami ingin meminta keringanan biaya pak.

Waka kesiswaan : Begini mas. Dari pihak guru dan kepala sekolah dan jajarannya sudah merapatkan hal ini. Jadi sepertinya tidak mungkin untuk diturunkan.

Wakil siswa : Apa benar-benar tidak bisa turun pak? Kasihan teman-teman yang mempunyai adik yang berada di bangku SMP dan SD. Orang tua mereka harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya saat PHBN. Kami harap iuran dapat diturunkan menjadi Rp 60.000,00

Waka kesiswaan : Kalo Rp 60.000,00 kurang mas. Dalam PHBN nanti kita membutuhkan dana ± Rp 80.000.000,00. Dari sekolah dan guru sudah terkumpul uang sebesar Rp 21.000.000,00, maka dengan 679 siswa akan didapat Rp 67.900.000,00. Jika iuran Rp 60.000,00 nanti hanya hanya didapat Rp 40.740.000,00. Itu kurang sekali dari kebutuhan sekolah kita.

Wakil siswa : Mohon diturunkan pak. Kami akan membantu dalam pembuatan maskot, persiapan - persiapan dan lain-lain. Yang penting iurannya bisa turun.

Waka kesiswaan : Baiklah saya akan mengusulkan Rp 75.000,00. Tapi kamu harus menkoordinasikan teman-teman untuk membantu persiapan – persiapan sekolah.

Wakil siswa : Baik pak, akan saya lakukan. Terimakasih pak. Wasalamu’alaikum.

Waka kesiswaan : Ya, sama – sama. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,


Negoisasi Jual Beli

Siang itu di pasar Klewer, seperti biasa terjadi kegiatan jual beli. Anton yang sedang berekreasi ingin membelikan oleh-oleh untuk ibunya. Dia ingin membelikan kerudung. Terjadilah tawar menawar antara Anotn dan Penjual kerudung.

Penjual : Selamat siang.

Anton : Selamat siang.

Penjual : Mau beli apa mas?

Anton : Ini mbak mau beli kerudung untuk ibu saya.

Penjual : Yang modelnya bagaiamana?
Anton : Yang biasa saja mbak.

Penjual : Silakan mas kesini

------------- setelah sampai -------------


Penjual : Silakan mas dipilih, banyak pilihannya.

Anton : Saya suka yang hijau mbak, kalo dilihat segar.

Penjual : Iya mas. Cocok kalo dipakai oleh ibu mas.

Anton : Ini berapa mbak?

Penjual : Rp 50.000,00.

Anton : Wah, kok mahal mbak? Rp 30.000,00 tidak boleh?

Penjual : Tidak boleh mas, itu bahannya bagus soalnya.

Anton : Tidak bisa kurang mbak?

Penjual : Rp 45.000,00 boleh mas.

Anton : Rp 40.000,00 ya mbak? Ini untuk oleh-oleh ibu saya.

Penjual : Benar-benar tidak boleh mas. Nanti toko saya bisa bangkrut.

Anton : Ya sudah mbak Rp 45.000,00, saya ambil yang ini.

Penjual : Mau beli apa lagi mas?

Anton : Itu saja mbak. Ini uangnya mbak.

Penjual : Uangnya Rp 50.000,00 , kembali Rp 5.000,00. Trimakasih mas.

Anton : Iya mbak, sama-sama.


Negoisasi Antara Pengusaha Dan Bank


Pihak Bank : Selamat siang, pak. Silakan duduk.

Pengusaha : Selamat siang. Ya, terimakasih.

--------------[ setelah duduk ]------------------


Pengusaha : Begini mbak. Saya mempunyai usaha-usaha furnitur. Saya ingin mengajukan proposal peminjaman uang.

Pihak Bank : Bisa saya lihat proposalnya?

Pengusaha : Silakan mbak.

-----------------[ Setelah dibaca ]---------------------


Pengusaha : Usaha ini sudah turun temurun dari kakek saya. Saya berencana memperluas penjualan sampai luar negeri. Karena sudah ada permintaan dari luar negeri.

Pihak Bank : Begini pak. Untuk proposal ini tidak ada masalah , cuma untuk Rp 800.000.000,00 kami dari pihak bank tidak bisa memenuhinya. Pihak bank hanya sanggup memenuhi Rp 500.000.000,00 dengan bunga 5 %

Pengusaha : Tidak bisa tambah mbak? Saya yakin usaha ini akan sangat sukses.

Pihak Bank : Mungkin jika tambah sedikit bisa.

Pengusaha : Jika Rp 700.000.000,00 bagaimana mbak?

Pihak Bank : Maaf pak, kami maksimal hanya mampu menyediakan Rp 650.000.000,00

Pengusaha : Baiklah mbak Rp 650.000.000,00 tidak apa-apa.

Pihak Bank : Silakan pak menunggu sebentar.

-----------[ Setelah beberapa menit]----------


Pihak Bank : Ini pak uangnya Rp Rp 650.000.000,00 dengan bunga 5 %.

Pengusaha : Iya mbak. Terimakasih. Selamat siang.

Pihak Bank : Selamat siang.

Demikianlah artikel mengenai Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Pemecahan Konflik Lengkap. Semoga dengan adanya artikel ini Anda dapa terbantu. Sekian Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Pemecahan Konflik Lengkap.

contoh teks negosiasi pemecahan konflik kepentingan antara dua belah pihak

contoh negosiasi dalam bisnis

contoh teks negosiasi antara pengusaha dan pihak bank

contoh teks negosiasi jual beli

contoh teks negosiasi pemecahan konflik kepentingan antara 2 belah pihak

contoh teks negosiasi pemecahan konflik beserta strukturnya

contoh teks negosiasi pemecahan konflik antara 2 belah pihak

contoh teks negosiasi pemecahan konflik antara dua pihak

Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Pemecahan Konflik Lengkap Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Adit Lover

0 komentar:

Post a Comment